material atap

5 Jenis Material Atap Yang Banyak Digunakan

Pada kesempatan kami ini kita akan membahas mengenai jenis material atap serta material-material apa saja yang biasa digunakan sebagai material penutup atap. Seperti yang kita ketahui bahwa atap ini sendiri memiliki fungsi sebagai naungan yang melindungi kita yang berada di dalam bangunan yang ada dibawahnya. Baik itu dari hujan, panas, lalu mungkin debu-debu, dan juga berbagai macam gangguan lainnya yang mungkin jatuh dari atas.

material atap

Karena atap memiliki fungsi sebagai naungan ataupun pelindung dari berbagai macam gangguan seperti hujan dan yang lainnya tadi, maka material-material yang digunakan haruslah material yang memiliki daya tahan yang kuat serta awet sehingga atap bisa berfungsi secara optimal.

Selain itu atap juga memiliki fungsi untuk mempercantik tampilan bangunan, terkhusus jika atap-atap tersebut kita benar-benar tonjolkan pada suatu desain. Pemilihan material yang baik mulai dari warna hingga tekstur dari material atap itu sangat berpengaruh terhadap tampilan bangunan nantinya.

Material Atap Yang Umum digunakan di Indonesia

Berikut ini beberapa material penutup atap yang banyak digunakan di Indonesia, diantaranya:

Atap Tanah Liat

Atap dengan material tanah liat bisa dikatakan cukup populer di Indonesia, karena penggunaan atap dengan material tanah liat sudah sangat sering digunakan di bangunan-bangunan terutama atap rumah di Indonesia pada khususnya.

Atap dengan material tanah liat untuk proses pembuatannya yaitu menggunakan metode press dan dibakar.

Kelebihan dari atap dengan material tanah adalah harganya cukup ekonomis, lalu cukup kuat untuk diinjak, dan juga memiliki durability atau daya tahan yang cukup lama.

Kemudian kekurangan atap dari bermaterialkan tanah liat adalah mudahnya atap ini untuk berlumut, karena bahan dasarnya adalah tanah liat yang seringkali memang mudah untuk berlumut. Sehingga diperlukan treatment khusus yaitu menggunakan cat untuk mengurangi resiko atap tersebut untuk berlumut.

Lalu atap material tanah liat membutuhkan ketelitian dalam pemasangannya. Hal ini bertujuan untuk mengurangi resiko terjadinya kebocoran pada atap dengan material tanah liat.

Kemudian kekurangan lainnya dari atap bermaterialkan tanah liat adalah kurangnya kekuatannya dari material ini untuk menahan dari terpaan angin. Biasanya kalau bangunan-bangunan yang berada di pesisir pantai agak jarang menggunakan atap ini karena memang sistem dari penguncian atap ini sangat tidak cocok jika menghadapi terpaan angin yang cukup kuat.

Atap ini idealnya harus dipasangkan pada sistem rangka yang kuat sehingga atap ini bisa mengunci dengan baik.

Atap Keramik

Jika Anda tertarik membuat rumah dengan konsep mediterania, atap dengan material keramik ini sangat cocok digunakan. Karena atap keramik ini memiliki finishing leather yang bisa membuat tampilan dari rumah Anda menjadi terlihat lebih mewah.

Selain itu kelebihan dari atap keramik adalah memiliki daya tahan yang kuat terhadap api, lalu memiliki sistem interlock seperti pemasangan genteng sehingga mempermudah dalam pemasangannya, lalu awet dan tahan lama. Sehingga tidak membutuhkan maintenance yang terlalu banyak, dan atap keramik ini cukup ramah lingkungan.

Sedangkan untuk kekurangan dari atap keramik adalah mudah pecah pada kondisi ekstrim, lalu tidak bisa digunakan pada atap dengan kemiringan diatas 30 derajat yang mana itu disebabkan jika kemiringan atap lebih dari 30 derajat maka atap dengan material keramik akan mudah bocor, dan juga aliran airnya tidak akan berjalan dengan baik.

Kemudian seperti yang tadi atap tanah liat atau keramik juga kurang direkomendasikan pada daerah pesisir ataupun daerah yang memiliki terpaan angin yang cukup kuat, karena atap ini tidak cukup baik menahan terpaan angin. Dalam artian mudah terangkat sehingga sangat kurang rekomendasikan di daerah-daerah seperti yang tadi kita sebutkan.

Dan yang terakhir kekurangan dari material atap berbahan keramik adalah pemasangannya harus menggunakan baut. Walaupun dia memiliki interlock yang saling menghubungkan antara satu atap dengan atau yang lainnya. Namun, untuk memperkuat join atau hubungan dari atap itu sendiri diperlukan baut-baut yang menghubungkan dari atap-atap tersebut.

Atap Beton

Atap beton biasa digunakan pada rumah-rumah dengan gaya minimalis karena terkesan lebih modern. Selain estetik tentunya atap ini bisa dikatakan cukup kuat karena material adalah cor beton yang memiliki tulangan besi di dalamnya.

Kelebihan dari atap beton seperti yang tadi kita sebutkan yaitu durabilitynya atau daya tahan, lalu juga tahan terhadap api, serta minim perawatan.

Sedangkan kekurangan dari atap mirip seperti dua atap sebelumnya yakni kurang baik digunakan pada wilayah yang memiliki hembusan angin yang cukup kuat karena mudah terangkat, lalu biasanya karena memang berbahan dasar beton memiliki bobot yang cukup berat sehingga akan mempengaruhi struktur yang ada di bawahnya.

Sehingga memerlukan durasi pemasangan yang cukup lama karena strukturnya agak sedikit lebih rumit ketimbang atap-atap yang tadi sebelumnya kita sebutkan.

Selain itu kekurangan lainnya dari atap beton adalah harganya yang cukup mahal sehingga akan menaikkan ongkos produksi dari suatu bangunan.

Atap Sirap

Atap sirap adalah material atap yang berasal dari potongan kayu tipis yang diawetkan. Umumnya bahan dasar yang biasa digunakan adalah kayu ulin yang memang terkenal akan durabilitynya atau daya tahannya.

Rata-rata atap sirap jadi bisa bertahan kira-kira sekitar 25 tahun, namun ini juga bergantung dari bagaimana Anda merawat material atap ini, lalu kondisi lingkungan tempat bangunan Anda didirikan, lalu model instalasi atap, dan juga kualitas dari bahan bakunya.

Memang ada beberapa material atap sirap yang berbahan dasarkan bukan kayu ulin sehingga memiliki tingkat ketahanan yang tidak sebaik kayu ulin.

Keuntungan dari penggunaan atap sirap adalah tahan terhadap panas, memiliki bobot yang ringan, terkesan estetik dan etnik, serta memiliki tingkat keawetan yang cukup baik.

Sedangkan kekurangan dari penggunaan atap sirap adalah dalam instalasinya atap sirap membutuhkan tenaga ahli yang sudah terbiasa memasang atap sirap ini. Hal ini disebabkan karena instalasi dari atap sirap ini cukup rumit ketimbang atap-atap lainnya sehingga benar-benar membutuhkan orang yang sudah biasa atau terampil untuk memasang atap sirap ini.

Kemudian harga dari atap sirap tergolong mahal karena bahan dasarnya adalah kayu yang memang juga sudah cukup mahal dan juga atap sirap ini membutuhkan perawatan yang cukup intensif karena berbahan dasar kayu.

Atap Seng

Atap seng bisa dikatakan sebagai material yang cukup andal, karena material atap seng ini memiliki bobot yang cukup ringan, mudah dipasang, dan juga memiliki harga yang cukup terjangkau.

Selain itu atap seng tidak membutuhkan konstruksi atap yang cukup rumit karena atap seng berbentuk modul-modul dengan ukuran 180 x 80 cm atau 210 x 80 cm.

Untuk kekurangan atap dari berbahan dasar seng adalah mudah menurunkan panas karena memang materialnya berasal dari logam, cukup berisik ketika terjadi hujan, dan juga ketika lapisan Zink pada atap seng ini sudah mulai terkikis karena usia ataupun cuaca maka atap bermaterialkan seng ini akan sangat mudah untuk berkarat dan rusak.

Jadi seperti itu jenis-jenis material atap yang biasa digunakan sebagai penutup atap. Sebenarnya masih ada beberapa jenis material-material lainnya yang bisa digunakan.

Untuk Anda yang tertarik ingin menggunakan canopy membrane sebagai penutup atap kanopi, silahkan hubungi kami.

Sumber: Belajar Arsitektur

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Call Now Button